Pentingnya Ilmu Agama
Berikut ini adalah penjelasan
singkat dari sebagian Ulama berkaitan dengan perkataan Al-Imam Al-Bukhari pada
‘penjelasan’ sebelumnya :
Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin berkata: “Al-Imam
Al-Bukhari berdalil dengan Surat Muhammad ayat 16 tadi atas wajibnya
mengawali dengan ilmu sebelum berkata dan beramal. Dan ini merupakan dalil
atsari (yang berdasarkan periwayatan) yang menunjukkan atas insan bahwa berilmu
terlebih dahulu baru kemudian beramal setelahnya sebagai langkah kedua. Dan
juga di sana ada dalil ‘aqliyah (yang telah diteliti) yang menunjukkan
atas ‘ilmu sebelum berkata dan beramal’.
Hal itu karena perkataan dan
amalan tidak akan benar dan diterima sehingga perkataan dan amalan tersebut
mencocoki syariat, dan manusia tidaklah mungkin mengetahui bahwa amalnya
mencocoki syariat kecuali dengan ilmu.” (Syarh Tsalatsatul Ushul Syaikh ‘Utsaimin)
Asy-Syaikh Sholeh bin ‘Abdul
‘Aziz Alu Syaikh berkata, “Ilmu itu jika ditegakkan sebelum ucapan dan amal,
maka akan diberkahi pelakunya meskipun perkaranya kecil. Adapun jika ucapan dan
amal didahulukan sebelum ilmu, walaupun bisa jadi perkaranya itu sebesar
gunung, akan tetapi itu semua tidaklah di atas jalan keselamatan… Karenanya
kami katakan, Jadikanlah ilmu tujuan penting dan utama, jadikanlah ilmu tujuan
penting dan utama, ilmu di mulai sebelum yang lain, khususnya ilmu yang membuat
ibadah menjadi benar, ilmu yang meluruskan aqidah, ilmu yang memperbaiki hati,
ilmu yang menjadikan seseorang berjalan dalam amalannya sesuai dengan sunah
Rasulullahshallallahu
‘alaihi wa sallam, bukan di atas kebodohan.” (Syarh
Tsalatsatul Ushul Syaikh
Abdul Aziz, Maktabah
Syamilah)
Ibnu Baththal berkata, “Suatu
amal tidak teranggap kecuali di dahului oleh ilmu, dan maksud dari ilmu ini
adalah ilmu yang Allah janjikan padanya PAHALA”.
Ibnu Munir berkata, “Imam Al-Bukhari bermaksud
dengan kesimpulannya itu, bahwa ilmu merupakan syarat atas kebenaran suatu
perkataan dan amalan. Maka suatu perkataan dan amalan itu tidak akan teranggap
kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itulah ilmu didahulukan atas ucapan dan
perbuatan, karena ilmu itu pelurus niat, di mana niat itu akan memperbaiki
amalan.” (Dinukil dari Taisirul
Wushul Ila Nailil Ma’mul, Syarh Tsalatsatul Ushul)
Pelajaran yang dapat kita petik adalah, kita hendaknya “Berilmu sebelum berkata dan
beramal”, karena ucapan dan perbuatan kita tidak akan ada nilainya bila
tanpa ilmu, amalan yang banyak yang kita lakukan bisa tidak teranggap di sisi
Allah kalau tidak didasari dengan Ilmu.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar